Senin, 21 Juni 2010

nyahahahah, TAEMIN FANFIC PART 15 (THE END)


Aku terkaget-kaget dan menganga. Taemin: awas lalat masuk. Aku menutup mulut ku. Mana ada lalat di apartemen. Taemin: bagaimana? Kau mau kan aku lamar? Aku terdiam. Ini bukan perkara mudah. Mengapa hal yang hampir kulupakan kini datang lagi? Taemin: bagaimana? Saya: ng….aku…aduh, bagaimana ya…. Tidak diduga-duga, taemin mengubah posisi ku berdiri menjadi membelakanginya. Ia memelukku dan melakukan hal yang tidak-tidak. Ia mencium leher kemudian pipi ku. Saya: HENTIKAN! Aku melepaskan pelukkannya. Saya: apa-apaan kau ini, hah? Aku bukan orang yang sudi dibegitukan! Aku tidak ikut gaya-gaya barat….asal kau tau itu… Taemin: kenapa? Kita sudah dewasa kan? Saya: aku benci kedewasaan. Taemin: nanti menikah kau akan melakukan yang lebih gila dari ini… Saya: itu lain cerita. Taemin merampas kotak kecil yang masih ku pegang. Taemin: sini, aku pasangkan… Saya: eeeeh, tunggu dulu… aku saja belum menjawab lamaran mu…. Taemin: lalu mau sampai kapan aku menunggu, ha? Saya: lalu siapa wanita yang sudah kau nikahi dan kau cintai itu??! aku tidak sudi hanya menjadi pelarian mu saja, bego…. Aku hampir menitikkan air mata. Aku kesal sekali. Bisa-bisanya pria itu. sekarang taemin pun berubah. Taemin yang sekarang bukan taemin yang dulu. Aku terkaget dari kesedihanku karena taemin tiba-tiba menggebrak meja. Taemin: yang ku maksud itu diri mu tau. Aku hanya ingin menjadikan kau satu-satunya wanita yang menemani ku seumur hidup… kalau bukan karna kau, untuk apa aku ke Bali? Untuk apa aku mengubah apartemen ini menjadi replika apartemen mu yang dulu? Dan yang penting, untuk apa aku susah-susah berjanji untuk kembali pada mu padahal masih banyak wanita lain? Ha? Bisa jawab tidak sekarang? Masih mau memojokkan ku? Ayo, aku menunggu respon mu… Saya: pakaikan. Taemin: hah? Apa? Saya: tentu saja pakaikan benda bulat itu padaku. Taemin: eh? Cincin? Saya: sudah pakaikan. Kalau kelamaan, aku pulang saja… Taemin: ha? SERIUS MAU??? Saya: tadi aku bilang apa ha? Cepat pakaikan! Taemin: HA?? SUNGGUH KAU MAU??? ASTAGA….HAHAHAHA….YESSSSSS
SSSSSSS……HAHAHAHAH…WUUUHUUUUUUUUUUUU….HAHAHAHAHA….
Aku ikut tersenyum dan tertawa. Taemin melompat-lompat tidak karuan. Ternyata masih taemin yang dulu. Fisiknya saja yang berubah, berubah menjadi sangat dewasa.
Taemin: lalu? Lalu? Kau mau pakai baju pengantin yang seperti apa?
Saya: pakai baju bebas juga boleh….hahahaha….
Akhirnya kami berdua bisa melanjutkan hal yang tertunda dan semua berjalan lancar. Surat pemberian luna juga berisikan sesuatu yang harus ku lakukan,yaitu membahagiakan taemin.
Dan di sebuah taman kecil, bersih dan juga sejuk, terpampang janur kuning megah bertuliskan ‘LEE TAEMIN DAN NIA MAYOR MINOR, MOHON DOA RESTU’
Hahaha……..sungguh Indonesia……………..

THE END.

***

TAMBAHAN BUAT PERAN ‘SESEORANG’ DIBANDARA.
Ponsel ku berdering. Taemin mengaduh.
Taemin: aduuuh, nia…angkat tuh…. Ganggu orang tidur saja….ck…
Saya: halo? Ck, dimatikan lagi… mengganggu saja.
Ponsel ku berdering lagi. Taemin mengamuk dan mengangkat panggilannya. Dengan nada mengantuk, taemin berkata,
Taemin: maaf, nomor yang anda tuju sedang berhubungan intim. Silahkan hubungi beberapa saat lagi. Teeeeeeet…..
Buahahaha! Aku terbahak-bahak melihat tingkahnya. Aduh taemin…..
NB: yang nelpon itu yang peran ‘seseorang’ di bandara….
Hahaha, mampussssss……
Daaaaaaaaaaaaaaah…………………go
mawo yang udah bacaaaaaa……….. (^.^)v

Tidak ada komentar:

Posting Komentar